Alergi Bisa Berhubungan Dengan Kesehatan Mental? Baca Penelitiannya!

Alergi

Para ahli baru-baru ini melakukan penelitian untuk sadar hubungan antara alergi dengan kesehatan mental. Upaya meyakinkan keterkaitan antara keduanya sebenarnya bukan perihal baru. Menurut laporan berasal dari Biobank, Inggris, hasil belajar memperlihatkan bahwa tidak tersedia hubungan antara alergi dengan kesehatan mental seseorang. Kesehatan mental dapat stabil apabila penderita mampu menyeimbangkan pikiran, bisa dengan banyak berbicara dengan orang terkasih, atau menjalani hobby seperti bermain judi online.

Adapun keadaan kesehatan mental yang dikaitkan dengan alergi, layaknya depresi, problem depresi mayor, kecemasan, problem bipolar, skizofrenia, dan neurotisisme. Dalam penelitian inj, para ahli gunakan metode pengacakan untuk menyelidiki mungkin hubungan kausal tingkat gen antara problem kesehatan mental dan alergi secara umum. “Kami tidak mendapatkan bukti dampak kausal antara risiko genetik penyakit alergi dan kesehatan mental,” ujar salah satu pemain slot online pada slot88 apk yang sudah sembuh dari sakit mental.

Menurut Dr. Hannah Sallis, teman peneliti senior di dalam epidemiologi genetik di Bristol Medical School, penelitian ini pada akhirnya gunakan bermacam metodologi dan knowledge untuk raih kesimpulannya. “Ini membantu memperkuat kepercayaan kami pada temuan ini. Menentukan apakah penyakit alergi membawa dampak kasus kesehatan mental, atau sebaliknya, mutlak untuk meyakinkan bahwa sumber daya dan kiat pengobatan ditargetkan dengan tepat,” ujarnya.

Analisis Hubungan Alergi Dengan Kesehatan Mental

Alergi

Para penulis mengakui keterbatasan lain dengan menjelaskan “Analisis fenotipik terbatas pada orang dewasa yang lebih tua, supaya temuan mungkin tidak digeneralisasi untuk populasi yang lebih muda.” Sementara itu, menurut Dr. Ashley Budu-Aggrey di dalam penelitian ini hubungan gara-gara akibat antara alergi dan kesehatan mental terlampau rendah. Meski demikian, ia selalu mengedepankan supaya tidak mengesampingkan perihal tersebut.

“Penelitian kami tidak mengesampingkan dampak kausal potensial pada pertumbuhan penyakit, yang belum diselidiki dan bisa membantu mengungkapkan kiat pengobatan baru untuk penyakit alergi atau ciri-ciri kesehatan mental,” ujarnya. Selain itu, para peneliti mencatat sebagian mungkin mekanisme kausal yang mungkin lolos berasal dari anggapan mereka. Misalnya, Celine Evangelista yang baru saja menangis karena video suaminya, ketika kulitnya muncul gatal bisa membawa dampak konsekuensi sosial yang bisa memperburuk keadaan kesehatan mental.

Lalu, tidak cukup tidur gara-gara ketidaknyamanan alergi juga bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang. Jadi, sebenarnya tersedia mungkin tekanan psikologis, yang merupakan pusat etiologi problem kejiwaan tetapi juga bisa mengakibatkan allergan aktif. Klinis dan Eksperimental. Tim ahli menganalisis knowledge di Biobank Inggris berasal dari individu berusia 37-73 tahun. Akan tetapi, seutuhnya adalah etnis Eropa, supaya hasil penelitian ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *